Biodata Sissy Priscillia

Sissy Priscillia lahir di Jakarta 24 tahun silam tepatnya 5 April 1985 dengan nama lengkap Lyssies Priscillia. Dia terjun ke dunia hiburan indonesia dengan menjadi model, pemian film, dan juga pemain sinetron.
Di dunia modeling, Sissy sudah dikenal sebagai model belia. Dia menjadi model sejak berusia 13 tahun. Sissy lalu menjadi Juara II Model Kawanku 1999. Nama Sissy mulai melambung saat berperan sebagai perempuan yang agak telmi (telat mikir) bernama Milly dalam film layar lebar Ada Apa dengan Cinta? (2002). Milly adalah satu dari empat sahabat Cinta (Dian Sastrowardoyo), tokoh utama film tersebut.[1] Selain film, Sissy juga sempat bermain dalam beberapa sinetron seperti Borju dan So What Gitu Loh. Gosip Selengkapnya
Toket Megan Fox

Artis seksi Megan Fox rela bertelanjang dada dalam film terbaru yang dibintanginya. Toket Megan Fox pun bisa dikonsumsi publik saat foto behind the scene itu beredar.
Seperti detikhot kutip dari Egotastic, Selasa (21/7/2009), foto itu diambil ketika Megan melakoni salah satu adegan ‘Jennifer’s Body’ yang bersetting hutan. Di foto tersebut tampak Megan menutupi dadanya dengan rambut panjangnya.
Di ‘Jennifer’s Body’, Megan Fox berperan sebagai Jennifer Check. Ia adalah seorang pemandu sorak cantik yang tubuhnya dirasuki iblis. Gosip Selengkapnya
Apakah Anda Haus Seks?
Banyak yang kecanduan (addict) karena suatu hal, seperti halnya rokok, alkohol dan yang lainnya. Dalam kehidupan seks, kita juga sering mendengar isitilah haus seks atau hypersex.
Kecanduan terhadap seks berbeda dengan kegemaran menikmati hubungan seksual. Kecanduan seks biasanya tidak melibatkan keintiman.
Para pecandu biasanya menggunakan sebagian besar waktunya – hingga di luar batas dan kontrolnya- untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Gosip Selengkapnya
Awas Pornografi bisa Rusak Jaringan Otak
Fungsi jaringan otak akan terganggu apabila secara terus menerus seseorang menikmti materi pornografi. Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.
Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine (bahan kimia pemicu rasa senang) itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.
“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori.
Kondisi tersebut, ia menjelaskan, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku. Gosip Selengkapnya

